Perilaku masturbasi pada anak-anak acapkali dipandang abnormal yg menjijikkan atau memalukan,yang selayaknya tidak dilakukan oleh anak-anak.tidak jarang orang tua membuat peraturan tak tertulis yang bersifat normatif,untuk mencegah timbulnya perbuatan masturbasi ini,ada yang dg cara mengucilkan si anak,mencaci maki,bahkan yg lebih ekstrem lagi dengan melakukan kontak fisik seperti memukul,mengikat,dll.Adapula yang tetap tenang dan mengabaikan soal masturbasi yg dilakukan anaknya,mereka berpendapat perbuatan itu wajar sesuai perkembangan seksualnya.
Ada lagi yang yang langsung marah,emosi,dan menghardik anaknya.mereka sangat mengkhawatirkan masa depan anaknya,jkangan-jangan menjadi pemerkosa,merasa rendah diri ,dsb.Setiap kali tangan si anak berada didaerah kelamin,orangtua langsung mencegahnya,dengan cara menepis tangan si anak,memarai,mencaci maki,dll.orang tua tipe terakhir ini cenderung terus menekan anaknay sejeras mungkin,bahkan tidak jarang memberikan hukuman berat dengan harapan kebiasaan buruk tersebut hilang.
bagaimana reaksi si anak ? dengan kekerasan seperti cara yang terakhir itu,si anak bisa jadi malah merasa tertekan dan takut sekali.terjadilah konflik antara keinginan untuk melakukan dan tidak karena takut,akibatnya anak akan murung,kurang bergairah,bahkan tidak jarang berubbah menjadi bandel dan agresif.
Maka dari itu,Bagi orang tua yang menghadapi masalah ini,hendaknya perbuatan tersebut dianggap normal dan berusaha memahami tingkah laku anak,Apabila perbuatan masturbasi mebihi batas (terlalu sering dilakukan),sebaiknya orangtua berusaha mengalihkan perhatian agar anak tidak tergantung dengan perilaku tersebut.Untuk mengatasi masturbasi pada anak dibawah umur ,jurus-jurus berikut ini mungkin bisa dan dapat anda ikuti :
Bersikap wajar,jangan marah atau menertawakan. Sikap ini harus dihayati setiap kali akan melakukan pencegahan atau menghentikan perilaku tersebut.
Alihkan segera perhatian anak pada hal-hal lain selagi ia melakukan masturbasi.Misalnya dengan mengajak bermain di halaman atau teras rumah,mengajak bernyanyi bersama,mendongeng ,dll.begitu perhatian beralih,niscaya kebiasaan tersebut akan terhenti.
Jangan biarkan si anak telanjang bulat.setiap kali usai buang air besar,segeralah kenakan celananya,anak balita yang dibiarkan telanjangakan lebih mudah mempermainkan alat kelaminnya.
Hindari memegang atau memainkan alat kelamin anak saat kita sedang melepaskan atau mengenakan pakaiannya.Saat memandikannya ,sebaiknya kita tidak terlalu lama menyabuni daerah sekitar alat kelaminnya.
Awasilah dengan siapa saja anak bergaul. Pengawasan hendaknya dilakukan secara wajar sampai ia menginjak dewasa nanti.
Temanilah anak balita menjelang tidur.mendongemng baik sekali sebagai pengantar tidur sehingga ia akan berkonsentrasi mendengarkan dongeng dan tidak melakuakna hal-hal yang kurang berkenan.
Jawablah pertanyaan apa saja ,termasuk tentang seks dengan jujur dantepat,tanpa dihantui persaan tabu.penjelasan cukup dengan cara yang sederhana sehingga mudah di mengerti dan di fahami si anak.dengan penuh pengertian serta kebersamaan antara orangtua dan anak,mudah-mudahan masalah masturbasi pada anak bisa segera diatasi.


0 komentar